17/01/2026

TRENDING

Unima Terima Kunjungan Sahli Mendiktisaintek dan Ajudan Presiden, Bahas Pembukaan Prodi Baru Serta Pengembangan SDM

MINAHASA (Trendingnews.web.id) – Kampus Unima makin jadi perhatian nasional. Hal itu dibuktikan dengan Unima yang menerima kedatangan Staf Ahli (Sahli) Mendiktisaintek, Muhammad Fajar Shiddieq.

Bertempat di lantai 2 kantor pusat, Fajar dalam kesempatan itu memberi arahan strategis soal pengembangan institusi, khususnya rencana pembukaan fakultas dan program studi baru.

“Kunjungan ini telah lama direncanakan bersama menteri, namun baru dapat terlaksana hari ini. Dalam waktu dekat, pak menteri berkomitmen untuk datang langsung ke Unima,” kata Fajar dalam sambutannya.

Ia mengapresiasi seluruh Civitas Akademika Unima atas komitmen dan langkah strategisnya untuk membuka program studi dan fakultas baru.

“Pembukaan fakultas baru —Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Masyarakat serta Fakultas Teknologi Pertanian—adalah langkah strategis yang sejalan dengan arah kebijakan nasional,” sebut Fajar.

Dia menekankan, kemajuan daerah dapat diukur dari kualitas perguruan tinggi di dalamnya. Maka dari itu, hadirnya Fakultas Kedokteran dan IKM menjadi sangat penting.

“Bukan hanya sebatas untuk institusi, tetapi selaras dengan visi Presiden Prabowo dalam menambah kuota nasional tenaga medis,” jelasnya.

“Target nasional ialah menambah 150 program studi kedokteran pada 2025 dan sedang berjalan. Unima dijadwalkan masuk dalam klaster prioritas di tahun depan,” imbuhnya.

Di sisi lain, program teknologi pertanian diharapkan menjadi katalis pemanfaatan lahan Unima yang luas, sekaligus mengoptimalkan potensi komoditas unggulan Sulawesi Utara seperti kelapa dan hortikultura.

“Kesehatan dan pangan merupakan kebutuhan paling dasar, apabila keduanya optimal, Unima bisa jadi garda terdepan dalam menunjang kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Fajar juga menegaskan pentingnya peningkatan kualitas SDM serta penyediaan fasilitas pendukung, sembari menegaskan bahwa target pengembangan Unima bersifat ambisius tetapi sangat achievable.

Kunjungan ini juga dihadiri ajudan pribadi Presiden Prabowo, Harcelino Fraya Wowor, yang telah bertugas selama 13 tahun.

Kehadirannya memberikan dimensi strategis yang lebih kuat dalam membuka akses lintas kementerian.

“Sejak pak Prabowo dilantik, saya ingin berkontribusi membangun Sulawesi Utara, baik dari aspek pembangunan fisik maupun penguatan SDM,” ungkap Wowor.

“Berharap pertemuan ini menjadi pintu kemajuan pendidikan di daerah melalui Unima,” ujarnya.

Sementara, Rektor Unima, Dr. Joseph Kambey, SE., Ak., MBA, menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian Presiden Prabowo terhadap Unima. Ia menekankan bahwa menghadirkan dua pejabat strategis sekaligus bukanlah hal mudah.

“Ini sinyal kuat dari pemerintah pusat. Kita harus merespon cepat seluruh permintaan presiden dan kementerian guna mendukung percepatan pembangunan Unima,” ujar Joseph Kambey.

Rektor memaparkan, Unima sendiri telah berhasil meraih akreditasi Unggul sehingga seluruh unit kini bergerak memaksimalkan capaian tersebut melalui penguatan tata kelola dan layanan akademik.

 

Fokuskan berantas pungli

“Visi dan misi saya jelas: menghentikan praktik pungli di Unima. Ini pekerjaan utama kami, dan kami berkomitmen membersihkan kebiasaan yang merugikan dunia pendidikan,” tegasnya.

Terkait pembukaan Prodi Kedokteran dan Teknologi Pertanian, Rektor menyampaikan proses tersebut berjalan intensif.

Setelah bimbingan teknis sebelumnya, tim kedua program studi tersebut langsung masuk tahap pemusatan kerja yang dilaksanakan di hotel untuk efektivitas penyusunan dokumen.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan mengenai perkembangan pendirian prodi kedokteran dan teknologi pertanian oleh tim terkait.

Melalui pertemuan ini, Unima menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap naik kelas, bergerak cepat, dan responsif terhadap agenda pembangunan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan ini, para wakil rektor, kepala lembaga Kemendiktisaintek Saintek, para dekan dan wakil dekan, kepala biro, tim staf khusus menteri, serta jajaran pendamping dari lingkungan Istana. (JM)